Tidar Mendengar

Mamasa — Pengurus Pusat Tunas Indonesia Raya (PP TIDAR) menindaklanjuti aspirasi dan kebutuhan peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, yang disampaikan oleh Pengurus Daerah (PD) TIDAR Sulbar melalui program Tidar Mendengar.

Aspirasi tersebut datang dari RS Banua Mamasa yang saat ini menghadapi keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan (nakes). Kepala RS Banua Mamasa, Desta, yang juga menjabat sebagai Ketua PC TIDAR Kabupaten Mamasa, menyampaikan langsung kondisi riil layanan kesehatan di wilayahnya.

RS Banua Mamasa telah berdiri sejak tahun 1939, namun hingga kini masih berstatus sebagai klinik pratama atau setara puskesmas rawat inap. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Mamasa mencapai 167.070 jiwa, rasio tempat tidur terhadap jumlah penduduk (Bed to Population Ratio) tercatat hanya 0,67, jauh di bawah angka ideal. Kondisi ini menyebabkan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.

Saat ini, RS Banua Mamasa hanya melayani layanan dokter umum atau layanan tingkat dasar. Padahal, rata-rata jumlah pasien yang dilayani mencapai 420 pasien per bulan dengan kapasitas tempat tidur hanya 55 unit. Keterbatasan fasilitas dan alat kesehatan tersebut berdampak pada tingginya angka rujukan keluar daerah, yakni sekitar 30–50 rujukan setiap bulan.

“Kami berharap dapat meningkatkan fasilitas dan alat kesehatan agar RS Banua Mamasa dapat naik status menjadi Rumah Sakit Tipe D, sehingga mampu menjadi fasilitas rujukan lanjutan dan memberikan layanan kesehatan dasar yang berstandar bagi masyarakat Mamasa,” ujar Desta.

Melalui program Tidar Mendengar, PP TIDAR berkomitmen menjadikan aspirasi ini sebagai perhatian serius dan mendorong adanya dukungan serta sinergi lintas pihak guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. PP TIDAR juga menegaskan bahwa peran kader di daerah tidak hanya sebatas politik kepemudaan, tetapi juga sebagai penggerak solusi atas persoalan nyata masyarakat.

“Kami sangat berharap adanya uluran bantuan dan atensi terhadap kondisi layanan kesehatan di Mamasa. Terima kasih karena aspirasi ini dapat kami sampaikan melalui Tidar Mendengar,” tutup Desta.

PP TIDAR menegaskan akan terus membuka ruang dialog dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah sebagai bagian dari komitmen memperjuangkan pelayanan publik yang lebih adil dan merata, khususnya di sektor kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *